ANGKRINGAN


-->
Angkringan berasal dari bahasa jawa yaitu Ngangkring atau dalam bahasa Indonesianya dapat di artikan Nongkrong. Mahasiswa mana yang tidak kenal tempat satu ini hampir setiapa mahasiswa yang ada di jawa tengah, jogja dan sekitarnya mengenal tempat nongkrong yang satu ini.

Angkringan memliki suasana tersendiri dalam memanjakan pelanggannya atau pengunjung yang ada di dalamnya. Harga yang relatif murah di banding tempat-tampat maka yang lain membuat angkringan menjadi salah satu tempat makan yang di incar saat ketebalan dompet telah menipis, suasana kekeluargaan yang di bentuk pun membuat orang yang ada di dalamnya menjadi semakin akrap, suasana kesederhanaan yang terbentuk dari tungku pemanas air yang ada menjadikan suasana menjadi lebih hangat dan lebih “rapat”.

Banyak para petinggi negara yang ada di indonesia sekarang pernah merasakan kenikmatan dan kehangatan angkringn jogja. Kenikmatan itu tentunya mereka rasakan ketika masih duduk di bangku perkuliahan yang memberikan banyak pelajaran bagi mereka, bahkan dalam soal makan. Tidak heran banyak dari mereka yang telah sukses meraiah mimpi mereka masing-masing merindukan masa-masa kuliah dahulu dan rela untuk datang ke jogja atau menyempatkan diri di sela kesibukan mereka  saat di jogja hanya untuk merasakan nikmatnya Nasi kucing atau segelas kopi joss.

Banyak hal dari angkringan yang dapat di jadikan pelajaran, dari pembentukan karakter pribadi yang sabar dan bersahaja. Mengajarkan nilai-nilai sosial dan kebersamaan. Banyak kalangan yang datang ke angkringan, dari mahasiswa, pegawai pemerintahan,tukang becak,satpam,guru dan lain lain. Saat berada dalam angkringan semua menjadi sama, tak lagi menghiraukan siapa, apa jabatan dan bagai mana orangnya. Yang mereka ketahui adalah mereka memiliki tujuan yang sama, dalam tempat yang sama dan sama sebagai masyarakat yang butuh makan. Begitu nikmatnya makan dengan keadaan demiakian. Rasa persatuan yang seakan hilang dengan padatnya waktu, yang hanya di penuhi untuk mengejar dunia dan materi seakan penuh dengan kebersamaan antara sikaya dan simiskin, si pintar dan yang kurang pintar, antara yang terhormat dan yang melarat. Semua menjadi satu di bawah tenda yang sama, makan makanan yang sama, dalam keadaan yang sama “Butuh makan”.

Begitu bermaknanya dan banyaknya nilai nilai yang terkandung dalam warung tenda biru ini. Berbeda dengan cafe cafe yang penuh dengan rasa individualisme ysng terkesan eksklusif dan tidak mengajarkan sebuah nilai kebersamaan yang berarti bagi perkembangan nilai nilai sosial.

Selamat saya ucapkan bagi para penikmat angkringan yang mau memupuk nilai kebersamaan yang ada di Bangsa kita tercinta ini dengan cara yang “sederhana”. Karena dengan kesederhanaan yang pintar akan tau kebodohan di sekitarnya, yang kaya akan tau bagaimana kemiskinan di samping kiri dan kanannya, yang di hormati akan tau bagaimana moral yang ada di masyarakat belum menjadikannya lebih terhormat.


Tara Ardyanto 22 JANUARI 2010
27 Jan. 10  11:55

0 Response to "ANGKRINGAN"

Post a Comment