Video Sebagai Media Belajar


Video Sebagai Media Belajar
Oleh : Tara Ardyanto

Siswa saat ini telah banyak yang mengetahui tentang media dalam belajar. Baik media lansung maupun tidak langsung. Siswa yang memiliki karekter yang baik akan memilih media yang baik pula untuk di gunakannya dalam belajar. 


Salah satu media yang baik di gunakan dalam kelas dan di gunakan oleh siswa adalah video. Video merupakan salah satu media belajar yang sangat penting. Dengan menggunakan video sebagai medai belajar, siswa dapat memberikan tanggapan pada kompetensi dasar, mengomentari pementasan, dan juga pemodelan pada kompetensi dasar serta menulis naskah video.
Video Sebagai Media Belajar

Video dapat di gunakan oleh siswa-siswa SD,SMP,dan SMA. Kita bisa lihat saat ini banyak sekali penggunaan vidio belajar yang di gunakan oleh siswa SD,SMP, dan SMA. Dalam penggunaannya vidio harus di sesuaikan dengan tingkat masing-masing. Penggunaan media vidio pembelajaran anak SD tentu akan sangat berbeda dengan penggunaan vidio oleh anak SMP dan SMA.

Seperti yang di sebutkan di atas vidio memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Karena dengan vidio siswa yang memiliki cara belajar visual khususnya akan sangat terbantu dengan media ini. Sesuai dengan devinisinya “vidio dalah media atau alat bantu yang menyajikan audio dan visual yang di dalamnya berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang seluruhnya di rancang secara sistematis dan menarik untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran”. (Faozi,2010)

Vidio dapat menambah fungsi dari otak. Dengan kata lain vidio dapat membantu pengembangan fungsi dari otak. Sedangkan menurut Amien (2009) menonton vidio sebelum membaca dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ajar. Tidak hanya itu pada ranah afektif, vidio dapat memperkuat siswa dalam merasakan unsur emosi dan penyikapan dari pembelajaran yang efektif. Hal ini tidak dapat di langsung mengungkapkan sisi penyikapan personal dan sosial siswa. Misalnya membuat siswa tertawa terbahak-bahak karena bahagia, atau sebaliknya berurai air mata karena sedih.

Vidio dapat memberikan kesan tersendiri jika di gunakan dalam pembelajaran. Sehingga vidio akan memberikan dampak yang sangat baik jika di gunakan secara bijak. Vidio memberikan evek yang baik jika di kemas dengan materi yang baik dan berbobot. Materi yang sesuai dan pengembangan pesan serta desain dari tampilan yangmenyenangkan dari vidio akan menghasilkan pembelajaran yang juga sangat menyenangkan. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya vidio dapat memperkuat siswa dalam merasakan unsur emosi dan penyikapan dari pembelajaran yang evektif, hal ini membuktikan dengan vidio belajar akan lebih mengena dengan sasaran dan dapat membuat suasana belajar akan lebih terasa. Jika suasana belajar sudah di dapatkan maka belajarpun akan terasa lebih menyenangkan.

Peran serta seorang guru dalam pembelajaran sangat membantu proses dalakm belajar. Guru yang memiliki tanggung jawab dalam proses belajar-mengjar dalam kelasnya. Untuk itu guru dituntut untuk mampu memberikan pengarahan yang memadai tentang belajar kepada murid-muridnya.

Pekerjaan seorang guru adalah pekerjaan yang sangat luarbiasa. Guru memiliki kemampuan yang tidak di miliki oleh profesi lain. Kemampuan itu dapat dilihat pada kesanggupannya menjalankan peranannya sebagai guru yaitu soarang pengajar, pembimbing, administrator, dan sebagai pembina ilmu (Hamalik, 1980:15). Dari salah satu kemempuan itulah guru di tuntut untuk mampu menguasai metodologi media di dalam sekolah untuk kepentingan dalam pengajaran.

Namun peran guru sebagai seoarng pembimbing sekaligus seoarang administrator di sini juga harus berjalan seimbang dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Penggunaan media yang ada di dalam kelas juga berkaitan erat dengan sarana yang ada di dalamnya. Pengadaan sarana dan prasarana dalam kelas dapat berpengaruh besar dalam penggunaan media belajar.

Bayangkan saat kita membutuhkan listrik sebagai prasarana dalam penggunana media video namun prasarana itu tidak di dapat, maka penggunaan media videopun akan kurang potensial untuk digunakan. Hal ini akan berpengaruh juga dengan materi yang akan di bawakan saat proses belajar mengajar. Materi akan sulit untuk disampaikan saat fasilitas pendukung pembelajaran tidak memungkinkan untuk di gunakan.

Dalam media video, hampir semua materi dapat di gunakan dalam media ini. Para siswa akan mampu untuk dapat memperikan umpan balik atau “feed back” dari hasil apa yang telah mereka tonton atau mereka saksikan. Materi yang mereka dapat akan mempu mereka serap sedemikian rupa sehingga dapat mereka ingat dengan mudah. Kita beri contoh penggunaan media video yaitu penggunaan dalam mata pelajaran biologi. Penggunaan video dapat di gunakan untuk memutar objek benda yang sangat kecil yang tidak mungkin bisa di lihat dengan mata tanpa alat khusus seperti mickroskop. Jadi disinilah yang menjadi salah satu dari kelebihan media video dalam pembelajaran sehingga peserta didik mampu memahami materi apa yang di sampaikan.
Selain yang dibahas di atas pengaruh kesiapan siswa dalam proses belajar pun perlu diperhatikan. “Siswa merupakan unsur yang pokok dalam pembelajaran. Siswalah yang harus menerima dan mencari berbagai informasi pengajaran yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah lakunyasesuai dengan yang diharapkan ( Sudirman, 1992). 

Dari penjelasan di atas dapat di tarik penjelasan bahwa siswa di harapkan mampu menggunakan struktur kognitifnya, sebelum menjalankan proses belajar mengajar. Dengan menggunakan video sebelum belajar siswa mampu untuk dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ajar (Amien, 2010). Kesiapan siswa dalam belajar akan sangat berpengaruh dan penting sekali bagi tujuan dari belajar itu sendiri. Siswa yang siap dengan materi ajar yang akan di sampaikan akan mampu menghadapi segala macam kemungkinan yang akan keluar dari proses belajar-mengajar.

Fungsi tambahan dari media video adalah tidak hanya pada pembentuakan sistrem konitif saja. Namun fungsi lebih ini juga berpengaruh pada ranah afektif, psikomotor, dan interpersonal. Dengan demikian video tepat sekali di katakan sebagai media belajar yang mampu menambah fungsi otak pada anak didik atau siswa. Tidak hanya kognitif saja namun juga hampir semua aspek pribadi individu dapat di pengaruhi oleh media ini. Dengan demikian siswa akan mampu untuk memahami materi yang akan disampaikan dengan menggunakan media video. 

Dalam penggunaan media video masih banyak yang harus di perhatikan. Masih banyak kendala-kendala yang muncul dalam penggunaannya. Selain dalam penggunaan sarana dan prasarana yang mungkin tidak memungkinkan untuk di gunakan didalam kelas. Contohnya saja kurangnya sarana di dalam kelas, kurangnya pemahaman akan media yang di gunakan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam penggunaan media video hambatan yang dirasakan adalah tidak semua siswa memiliki kemampuan untuk mengerti pembelajaran melalui media ini. Hanya siswa tertentu saja yang dapat mampu menjadikan video sebagai media belajarnya. Menurut Sadiman,dkk (1986:10) video digunakan sebagai salah satu pemusat perhatian dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah di tentukan oleh seorang guru. Program-program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah-laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Jadi media yang di pakai cara menggunakannya telah di pertimbangkandan ditentukan dengan seksama.

Sebenarnya proses belajar merupakan proses komunikasi antara guru dan murid. Namun dalam pelaksanaannya selalu terjadi hambatan yang membuat guru terpaksa membuat keputusan yang terkadang salah. Nah di sinilah peran media dalam menyampaikan apa yang sebenarnya tujuan dari kegiatan komunikasi ini kepada siswa dengan menggunakan media yang tepat. Video menjadi salah satu media yang mampu memberikan vasilitas tersebut.

Video mampu menarik perhatian siswa dalam belajarnya. Bahkan videoa tidakhanya mempu menarik perhatian para peserta belajar namun juga mampu menambah ke efektifan dalam belajar. Kemampuan berpikir cepat dan mempu memahami teori secara gamblang akan memberikan siswa poin lebih dalam belajar. Tidak hanya pengembangan secara kognitifa saja namun siswa mampu berkembang secara afektiv, psikomotor dan bahkan interpersonal. 

Dengan demikian dengan media video ini siswa mampu menambah kemampuannya dalam belajar. Menjadikan video sebagai salah satu media pendukung dalm proses belajar mengajar juga dalam kelas, serta mampu menambah nilai plus di dalamnya.

DAFTAR PUSTAKA:

Amien, Saiful., dan Fransina L. 2010. Media Audio dan Video Untuk Pembelajaran. Di akses hari sabtu tgl 8 April 2010 jam 14:31 WIB http://benramt.wordpress.com/2010/01/18/media-audio-dan-video-untuk-pembelajaran/14:31
Faozi, Akhmad Lukman, Tara Ardyanto dan Tri heni. 2010. “Video Sebagai Media Pembelajaran” Makalah. Yogyakata:Teknologi Pendidikan
Hamalik, Oemar. 1980. Media Pendidikan. Bandung: Alumni
Sadiman, Arief S., dkk. 1986. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persaja
Sudirman,N., dkk. 1992. Ilmu Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

0 Response to "Video Sebagai Media Belajar"

Post a Comment