Menentukan Masadepan Bangsa dengan Membaca


Menentukan Masadepan Bangsa dengan Membaca

Ibu Guru: Siapa yang sudah membaca hari ini anak-anak?
Ayu :Saya bu…. 
Jamal : Saya juga bu…
Andi : Andi juga sudah banyak baca buku ibu….


Ilustrasi tadi mengggambarkan betapa besarnya minat baca pada sebuah sekolah. Ilustrasi ini mungkin merupakan kejadian yang jarang sekali ditemukan di sekoh-sekolah yang ada di Indonesia. Melihat saat ini minim sekalai minat baca pada generasi-generasi muda di Indonesia. Apa lagi jika dibandingkan antara minat baca buku dengan minat abdet status di Facebook, tentu sangat jauh sekali perbandingannya.


Menentukan Masadepan Bangsa dengan MembacaMembaca adalah kegiatan yang mampu menjadikan seseorang memahami banyak hal diluar dirinya. Itu sebabnya ada pepatah mengatakan membaca buku merupakan jendela untuk melihat dunia luar. Namun saat ini ketertariakn terhadap buku untuk dapat dibaca, sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi jika harus dibandingkan dengan Negara-negara tetangga bangsa ini jelas sudah sangat tertinggal jauh sekali minat bacanya. 


Buku dijadikan sebuah kebanggaan yang mampu menjadikan seseorang mampu menjadi pribadi yang bernilai dan lebih berkulitas. Itulah yang terjadi pada Negara-negara maju seperti Cina, Jepang, Belanda, Inggris, Amerika dll. Namun kebalikannya bangsa ini justru lebih mengedepankan kuantitas dibandingkan dengan kualitas. Lihat saja apa yang lebih dibanggakan oleh kaum muda mudi saat ini, mereka lebih bangga jika bisa membawa Black Berry dengan tipe terbaru, dibandingkan dengan membawa buku terbitan terbaru yang bisa dibaca. Mereka akan lebih bangga jika bisa membudayakan menulis status di Facebook atau twitter daripada harus membudayakan menulis yang sifatnya lebih akademis semisalnya menulis di media atau menulis laporan penelitian. Ini menjadi kebiasaan yang sangat memprihatinkan.

Tentu sebagian banyak orang telah mengetahui banyak manfaat yang ada di balik kebiasaan membaca. Dari sekedar mendapatkan pengetahuan, pengalaman, kesenangan, ilmu sampai manfaat yang bersifat lebih personal seperti Cerminan pribadi. Membaca dapat menjadikan seseorang mampu untuk dapat berinteraksi lebih dalam pada dirinya. Dengan demikian membaca dapat diibaratkan sebagai kegiatan bercermin yang mampu melihat diri sendiri lebih dalam. Cermin diri ini lah yang nanti akan menjadikan diri seseorang mampu untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan dan kepammpuannya. 

Sebut saja jika bangsa ini sudah memiliki budaya membaca yang tinggi. Tentu bangsa yang besar ini tidak lagi terbelenggu dalam lingkaran budaya yang tentunya membodohkan. Korupsi, kerusuhan, perang saudara, kelaparan, kemiskinan, penganguran, merupakan contoh konkrit yang disebabkan karena keterbatasan ilmu. Bangasa ini mampu untuk menjadi besar jika sudah mampu untuk instropeksi diri lebih dalam. Bagaimana instopeksinya ya dengan, banyak-banayk membaca.

Kita lihat kebelakang, para pendiri bangsa ini pun juga tidak pernah terlepas dari kebiasaan membaca Sukarno, Dan Bung Hatta adalah contoh konkritnya. Mereka tidak miungkin mampu menjadi pendiri bangsa yang disegani jika tidak dilandasi dengan ilmu yang memadai. Mereka tidak akan mampu berdiri memimpin bangsa ini jika mereka tidak mampu menambah ilmu mereka setiap waktu dengan membaca. Hingga akhirnya mereka mampu membawa bangsa ini menuju kemerdekaan. Lalu bagaimana dengan kita saat ini? Mampu kah kita mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan pada pendahulu kita? Padahal minat bacakita saja tidak cukup untuk itu. 

Keberlangsungan masa depan bangsa yang besar ini ada ditangan para penerus bangsanya. Jika sekarang minat membaca tidak ditanamkan sejak dini maka bisa ditebak bagaimnana keadaan bangsa ini sepuluh sampai dua puluh tahun yang akan datang. Ilustrasi diawal tadi hanya akan menjadi mimpi jika tidak ada kesadaran dari sekarang untuk membaca. Maka segera lah untuk banyak membaca. Ilmu yang di dapat saat ini akan kita gunakan esok hari nanti dan seterusnya. 

Tara Ardyanto Mahasiswa FIP, UNY











0 Response to "Menentukan Masadepan Bangsa dengan Membaca"

Post a Comment