Lembaga Moral

Moral adalah tindakan manusia yang memiliki nilai positif. Bagi manusia yang tidak memiliki nilai positif dapat dikatakan sebagai manusia yang amoral. Dengan demikian manusia tersebut tidak pantas mendapat julukan baik dari lingkungan sekitarnya. Karena moral dapat dinilai dari kata-kata, tingkah laku, tindakan ataupun perbuatannya dalam lingkungan.
Menghitung nilai moral dapat diukur dari kebudayaan dan lingkungan setempat. Dengan kata lain lingkungan adalah aspek yang mampu juga memberi nilai lebih dalam pembentukan moral manusia. Dalam hal ini sekolah dan lembaga-lembaga yang mengacu pada pembentukan moral yang lain pun juga termasuk didalamnya. Lembaga memiliki peran penting dalam membentuk karakter moral yang kuat pada diri seorang individu. Lembaga mampu memberikan nilai yang tidak dapat dinilai dari teori, karena lembaga bersifat terapan secara langsung.
Berikut jenis lembaga terkait yang ikut berperan dalam pembentukan moral  
1.      Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah lembaga yang utama dalam pembentukan moral. Lembaga pendidikan seperti sekolah memiliki perana yang krusial dalam mendidik anak untuk menjadi lebih baik dan terarah.  Jika banyak masyarakat awam yangmasih berpikir sekolah hanya untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi saja tentu hal tersebut salah besar.
Sekolah dibentuk tidak hanya untuk satu tujuan saja namun juga berbagai visi besar disiapkan dalam sekolah. Termasuk didalamnya adalah pendidikan moral bagi tunas bangsa. Bagaimana dapat memanusiakan manusia menjadi peranan sekolah yang penting bagi kehidupan ini. 
Dengan demikian sekolah tidak hanya membentuk anak-anak pintar saja namun juga penerus bangsa yang humanis dan mampu peka terhadap lingkungan disekitarnya.  Ini adalah tujuan utama dari sekolah. Kita dapat mengingat para pendahulu kita para pejuang kemerdekaan dahulunya membangun sekolah adalah untuk tujuan mulia yaitu membebaskan masyarakat dari penyakit kebodohan yang teramat sangat pada jaman itu. Sehingga tergerak untuk menirikan sekolah yang mampu di jangkau oleh masyarakat kecil. Hasilnya banyak oaring-orang yang paham akan pentinggya pendidikan dan yanglebih penting mereka memahami yang mana yang baik dan yang mana yang buruk dari pendidikan yang salah satunyamereka dapat disekolah.
Contoh lembaga pendidikan adalah Sekolah, Pondok pesantren, dan Asrama

2.      Lembaga Hukum
Kejahatan merupakan konsekwensi logis hukum realitas sebab akibat sehingga nampak bahwa kejahatan adalah sebuah ?takdir? yang sulit untuk diberantas (sekalipun dengan hukuman mati) namun bisa dikurangi. Kejahatan tidak hanya bisa dilakukan dengan tanpa sadar tapi juga dengan sadar baik yang dilakukan oleh masyarakat atau oleh para residivis. Kejahatan yang dilakukan residevis merupakan sebuah dilema bagi masyarakat.
Dari sini dapat kita pahami ternyata prilaku amoral dapat terjadi pada siapapun. Selagi manusia masih ada di dunia ini maka setan akan terus menggoda manusia untuk terus berbuat yang tidak seharusnya. Salah satu prilaku tersebut adalah mencuri yang bukan miliknya. Dari satu prilaku ini dapat ditarik beberapa nilai yaitu melanggar hak milik orang lain, kejujuran yang seharusnya ditanamkan dan kemampuan untuk menahan diri.
Disini peran dari lembaga yang khusus untuk jadi lembaga pemerhati tindakan amoral yang salahsatu contohnya sudah di sebut kan diatas. Jika kita telaah lembaga yang cocok untuk menangani prilaku amoral diatas adalah pihak berwajib atau sering kita sebut kepolisian. Atau mungkin ada yang lebih eksklusif lagi yang menangani tingkat pencurian yang lebih besar dan mengatasnamakan rakyat yaitu korupsi dan di tangani oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Dari lembaga yang telah disebutkan diatas adalah salahsatu lembaga yang memang khusus dibentuk untuk membantu mengatasi tindakan amoral yang terjadi diberbagai penjuru. Sehingga mampu memberikan kesan humanis bagi sesama.

Tara Ardyanto

0 Response to "Lembaga Moral"

Post a Comment