Universitas Mercusuar

Pendidikan adalah salah satu landasan bagi berkembangnya masyarakat sosial dan budaya. Tanpa pendidikan masyarakat tidak akan mampu menjadi masyarakat yang dapat bersaing dalam  kehidupan masyarakat yang lebih global. Dengan demikian pendidikan menjadi sangat penting dalam masyarakat  agar mampu untuk  menjadikan  masyarakat lebih madani dan lebih mampu bertahan dalam segala aspek kehidupan.
Dalam menuntut ilmu terkadang kita sebagai insan pemburu ilmu pengetahuan, rela harus jauh-jauh pergi dari rumah untuk mendapatkan ilmu. ‘Dari desa datang ke kota’ mungkin seperti itu istilah yang tepat untuk mereka yang datang dari tempat yang jauh dan kemudian menuntut ilmu di kota yang diinginkan. Mereka datang bukan karena alasan yang tidak jelas. Justru mereka datang karena sudah pernah mendengar banyak hal tentang kota yang di tuju untuk dapat menuntut ilmu di sana. Dengan kata lain mereka mendapat “pencerahan” dari tenar nama Universitas yang ingin di masukinya. Setelah mereka sampai di kota tujuan mereka mengikuti Ujian dan kemudian di terima masuk dalam sebuah universitas yang di damba-dambakan.
Di luar dari itu semua, terkadang kita sering sekali tidak menyadari bahwasannya universitas yang di tuju oleh sekumpulan bahkan ratusan orang dari berbagai daerah justru tidak mampu utuk menarik minat dari masyarakat local. Dengan katalain masyarakat local justru tidak lagi tertarik perhatiannya pada universitas yang setiap saat sudah sering mereka ketahui boroknya.  Mereka diawal akan lebih tertarik dengan Universitas lain yang kata mereka lebih menjanjikan ketimbang universitas di wilayah mereka yang terkenal seantero jagat.
Mengapa hal ini terjadi? Universitas adalah tempat untuk menuntut ilmu yang berada di tengah tengah masyarakat yang beragam. Masyarakat yang beregam ini merupakan juri  atau penilai dari apa yang ada di sekitar mereka dalam hal ini adalah kampus. Masyarakat akan merasakan dampak dari perubahan-perubahan atau kebijakan yang ada didalam universitas. Mereka akan memahami keadaan apa yang sedang terjadi didalam kampus hanya dengan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh insan yang ada di dalam universitas. Kebijakan kebijakan dari dalam universitas  akan mampu mengubah kehidupan  masyarakat di sekitarnya. Karena masyarakat menggantungkan kehidupannya dari hal yang mereka percaya mampu untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka. Baik itu secara ekonomis, akademik, kesehatan dan sosial budaya dan hal-hal lainnya. Dengan begitu masyarakat sekitar lebih paham akan kondisi dari sebuah universitas dengan secara tidak langsung terlibat dalam euphoria kehidupan kampus.
Seiring berjalannya waktu universitas saat ini lebih mencoba menutup diri dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat  dengan dalih meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan di dalam Universitas. Pembangunan pagar tinggi di sekitaran universitas, penarikan ongkos parkir dan meningkatkan biaya kuliah adalah beberapa contoh sederhana yang jika di kaji lebih dalam akan Nampak sekali otoritas dari birokrasi Universitas. Saat ini dapat kita banyangkan jika seharusnya universitas adalah tempat untuk dapat mencerdaskan  anak-anak bangsa, namun saat ingin masuk kedalam universitas saja harus dengan izin yang empunya Universitas dan membayar parkir apa sudah mampu dikatakan universitas tersubut adalah universitas rakyat. Kita harus mencoba menelaah kembali in put yang dikeluarkan dari Universitas tersebut apa sudah mampu menjawab kebutuhan dari masyarakat ataukah hanya menjadi bagian dari kotoran masyarakat yang hidupnya masih saja menumpang di rumah orana tua mereka. Ini menjadi perhatian khusus bagi setiap masyarakat kita.
Jangan sampai Universitas kita saat ini  menjadi universitas mercusuar yang namanya dapat dikenal oleh banyak orang dan di agung-agungkan di masyarakat luar namun ternyata membunuh karakter dari masyarakat sekitarnya. Kita merindukan Universitas yang low profile yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat kecil dan menengah yang ada di kota Ini. Dengan demikian tujuan untuk mencerdaskan bangsa tidak hanya tugas dari kalangan-kalangan tertentu saja namun juga kalangan yang suaranya  minoritas. Kampus Kita Bukan Penerang untuk Tempat yang jauh, tapi Penerang untuk yang dekat dan yang jauh sekarang dan Nanti. 

Tara Ardyanto

0 Response to "Universitas Mercusuar"

Post a Comment