Nasihat untuk diri sendiri

Beberapa hari yang lalu, Saya berkumpul dengan orang-orang yang didalam hatinya selalu terpaut hatinya dengan Ilmu dan Tuhannya. Orang-orang yang sudah mampu memanajeman diri sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan waktu, diri dan kesibukannya. Mereka orang-orang yang menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjalan di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan sebagai seorang mahasiswa tingkat atas dan sekaligus seorang yang aktif dalam setiap panggilan ilmu untuk menjaga kebaikan.

Kami berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang selalu berhubungan tentang orang lain. Hampir jarang sekali kami membicarakan tentang diri sendiri. Ya… keberadaan kami disini adalah untuk melayani orang lain dan masyarakat. Kami dedikasikan segala yang kami miliki untuk dapat mewujudkan masyarakat yang berbudi pekerti mulia dan berasaskan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Ditempat yang sejuk dan tenang dengan kicauan burung-burung yang setia menemani pertemuan itu. Kami berkumpul membawa segala mancam buku yang kami bisa bawa. Kami membuka lembaran-lembaran yang ada dari setiap buku yang kami bawa. Lembar demi lembar kami baca dengan ditemani ketenangan yang alami. Setiap lembar membawa pertanyaan-pertanyaan dan bahan diskusi baru yang bisa kami perbincangkan. Bayangkan kami membaca setidaknya minimal sepuluh halaman per orang nya, dalam 5 menit pertama. Salah seorang dari kami menyalakan laptop yang dibawanya dan memutar istrumen dari miliknya Mozart green Seleves sebagai penais dalam pertemuan ini. Musik ini menambah sejuk kesan pertemuan ilmu pada hari itu ditempat dengan gemericik air dikanan kirinya.

“ Ada empat hal yang dapat meracuni hati” salah seorang dari kami tiba-tiba berbicara sambil membolak-balikkan lembaran dari buku yang dibawanya.
“Apa itu?” salah seorang daari kami bertanya.
“Pertama, banyak bicara. Kedua banyak makan. Ketiga banyak memandang dan yang keempat adalah banyak bergaul”.

Kami semua terdiam, tidak ada satu orang pun yang selamat dari semua yang disebutkan kawan kami tadi. Wajar saja kami semua terdiam, bahkan kawan ku yang tadi membacakan isi dari lembaran buku yang dibacanya pun tak berkata satu katapun setelah membacakan isi lembaran yang dia bacakan.

“Aku hanya terbebas dari satu hal, banyak makan”. Kami semua tersenyum mendengarkan perkataan sahabatku yang memang dia yang paling kurus diantara pemuda-pemuda kurus ini.
“Sepertinya aku hanya mengambil dua dari empat hal yang disebutkan tadi, makan dan bergaul”. Seorang diantara kami menyambut perbincangan ringan yang mendalam ini.

Kami menyadari ternyata kami semua tidak pernah lepas dari kebiasaan buruk yang selama ini membelenggu kami. Kami terlupakan akan hal-hal besic yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh diri sendiri. Empat hal tadi menyadarkan kami tenyata selama ini kami lalai dengan hak-hak hati kami untuk dapat membebaskannya dari kebiasaan-kebiasaan buruk kami.

Kami disibukkan dengan urusan-urusan yang menjauhkan kami dari kesadaran untuk menyelamatkan diri sendiri. Seharusnya kami bisa menjadi teladan untuk diri kami sendiri agar kami nantinya bisa memberi teladan bagi orang lain. Kami masih lalai dengan aturan-aturan yang sudah dibuat oleh Tuhan. Kami juga tak mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh guru-guru kami.  
Forum ilmu ini menasehati kami dengan sumber ilmu yang jelas. Buku. Walaupun saya sendiri bukan orang yang kuat iman namun saya bersyukur dengan kesadaran yang penuh bahwa kami dikumpulkan disini karena Allah. Saya bukan orang baik namun saya dan teman-teman yang lain adalah orang-orang yang ingin sekali masuk dalam jajaran orang yang baik dengan terus berusaha dan berupaya.

Semoga dapat menyadarkan kita bahwa saling menasehati itu penting. Menasehati diri sendiri pun menjadi lebih penting saat orang-orang yang ada disekeliling kita tak mampu untuk menemani kita setiap waktu setiap saat. Menjadi teladan bagi diri sendiri adalah upaya untuk dapat menjadi teladan bagi orang lain dan yang dapat menjaga serta menasehati diri ini adalah, hati. Hati yang bersih dan murni yang selalau terjaga dengan kebenaran-kebenaran yang pasti datangnya hanya dari Allah SWT.

Semoga bermanfaat Semangat Menuntut Ilmu…
 Tara Ardyanto

0 Response to "Nasihat untuk diri sendiri"

Post a Comment