Cukup Kemarin Saja yang Mati

Lama tidak menulis lagi. Sok sibuk mungkin, ya bisa jadi demikian jadinya tidak dapat menyempatkan waktu untuk sekedar mengisi kolom-kolom ini. Banyak yang sudah terlewati dan dilewati. hingga sampai pada sore kemarin. Seorang hamba Allah bernama Dian Ary F dengan bijak berkata

"bukan banyak atau sedikitnya pengalaman yang sudah di dapat, apakah sudah di ajarkan pengalaman itu?"

Sontak terdiam. Bisa jadi semua yang sudah terlewati semua ini tidak ada yang mengena karena memang tidak ada transfer ke pada yang lain. Bisa jadi semua yang sudah dilewati tidak menjadi berkesan karena tidak di bagikan dan dibiarkan lama mengendap. Semua bisa jadi terjadi,

kemarin memang bukan saat yang tepat untuk memeberikan semangat kepada dunia. Seakan-akan semua lewat begitu saja. Akhirnya, ku hubungi mereka, ku tanyakan kabarnya dan ku dapat kabar mereka. Ku niatkan semua dengan Ibadah. So.. Akhirnya kata-kata tadi muncul.

Masjid Syuhada memberikan waktu untuk istirahat. Allah memang maha mengetahui kelelahan hamba Nya. Maka terhindarlah penyakit hati yang menggerogoti.

Di obati Nya hati ini dengan An Nisa 100. yang artninya seperti ini:


Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [TQS. An Nisa 100]

Kita memang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.  Terlebih lagi kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan, Zat yang memberikan semua, teman, rezeki, hunian, makan, dll.

Dari nasehat yang di berikan Allah untuk saya kemarin, bergerak adalah salah satu jawaban saat kita sedang tidak mampu untuk berpikir jernih. bergerak dari hal yang diam menjadi aktif. dari tempat yang awalnya buruk ketempat yang baik. HIJRAH.

Saya jadikan kolom-kolom ini untuk tempat saya berbagi. Sebagai bukti saya bergerak tidak mati. cukup kemarin saja yang mati, esok biarkan hidup dalam kolom-kolom ini.






0 Response to "Cukup Kemarin Saja yang Mati"

Post a Comment