Inilah Akibat dari banyak tidur

Ini malam minggu, libur seharian tadi membuat pikiran malam minggu ini jadi tidak karuan. Malam minggu yang biasanya bisa terlewati dengan santai tanpa beban, malam ini justru sebaliknya.

Pagi tadi kusengajakan untuk tidur berlama-lama, siangnya setelah menyelesaikan beberapa hal kemudian Solat Zuhur. Kusempatkan lagi tidur. Dalam benak sempat berpikir, ini yang bisa membuat sakit hati (galau) kebanyakan tidur. Tapi kata-kata itu sama sekali tak kuhiraukan justru melaju mennyiapkan bantal dan guling. Maka Sehabis Zuhur lagi bantal dan guling menjadi teman perjalanan panjang siang tadi.

Efeknya baru terasa malam ini, galau menyerang, Tidur tak mampu, malas meyergap, pikiran tumpul, tak ada keinginan untuk melakukan apapun. Bahkan untuk Update status di BB atau di FB pun sebenarnya malas. Tapi tetap aku coba berharap mendapat hiburan dari proses nya...

Awalnya ku coba untuk mencurahkan pikiran ku di BB, dalam kolom yang tertera di sana nampak kalimat yang sebenarnya membuat ku malas membacanya "Apa yang sedang anda pikirkan?" ingin aku jawab "lagi males buat status" tapi kok canggung jika di baca kawan-kawan BB. Akhirnya yang tetulis hanya dua kata "Mau Ngapain..." tanpa tandatanya, yang artinya juga ku tak tau apa..

Setelah update, tiba tiba teringat pada buku-buku ku yang terpaksa harus ditinggal di Jogja, karena terlalu berat jika harus dibawa semua ke sini (baca: Tarakan). Ini bisa menjadi modal untuk membuat status di jejaring FB dengan status "Buku buku ku, tak bisa ku bawa pulang" pikirku. Dari status ini yang kemudian menjadi cikal bakal tulisan ini muncul. Karena di Ingatkan seorang sahabat saat di Jogja dulu.

Kembali ke topik, dari situ kemudian pikiran melayang pada alasan kenapa buku buku itu tidak bisa aku bawa pulang ke sini. Pikiran seakan melayang kembali beberapa bulan yang lalu yang membuat buku-buku yang beratnya jika di timbang bisa mencapai berat 100Kg itu tidak bisa dibawa. Terpaksa harus di tinggal.

Tidak hanya buku, kemudian teringat pada pekerjaan yang dulunya ku idamkan dan harus ku tinggalkkan, pada suasana kota yang syarat dengan ilmu yang tetap harus aku tinggal, dan impian untuk bisa mendaki puncak tertinggi di pulau jawa yang harus menguap karena realitas.

"Jika dipikir terus bikin setres tau" tiba tiba kalimat itu muncul, bak hidayah yang muncul saat hati lagi kering, seperti hujan yang turun setelah kemarau berkepanjangan. Tiba tiba saja kalimat itu nyelip tak tau datang dari mana. "Coba di tuliskan, mungkin bakal jadi cerita menarik". "benar juga" dalam hati ku menjawab.

Sontak saat azan Isya bekumandang, aku niatkan untuk menuliskan perjalanan galau di malam minggu ini. Ku niatkan setelah solat Isya akan ku tulis mengapa aku merasa resah dan gelisah di malam yang biasanya dianggap malam sakral oleh sebagia besar pemuda. Apa sebabnya dan bagaimana aku bisa mengatasinya. Bukan karena tak ada pasangan, atau tak mampu jalan dengan kawan-kawan. Tapi justru karena kebanyakan tidur dan kurang mohon ampunan.

Tulisan ini adalah resep dari kekacauan yang terjadi sepanjang hari ini. Obat dari penyakit yang menjangkiti disetiap detik sepanjang hampir 18 belas jam. Ini adalah obat pikiran, obat hati, tetap mohon ampunan yang menjadi obat utamanya.

Semoga lekas sembuh...
Tarakan 25 Oktober 2014


0 Response to "Inilah Akibat dari banyak tidur"

Post a Comment