Tips Menguatkan Ingatan

Cara menguatkan ingatan

Ingatan adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan kita. Baik dalam pendidikan, pekerjaan dan karir seseorang. Saat ini saya coba untuk menuliskan bagaimana menguatkan ingatan seperti yang disampaikan oleh ustad Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Tips Menguatkan Ingatan


Pertama, menurut ustad Adi hidayat ada empat jenis model ingatan seseorang dalam menghapal atau mengingat sesuatu, yang pertama jenis orang yang mudah hapal dan sulit melupakan hapalannya. Kedua, sulit untuk menghapal namun sulit juga untuk melupakan. Ketiga, mudah menghapal namun mudah juga lupanya. Keempat, ini yang paling buruk, sulit hapalnya mudah lupanya.

Yang menjadi hal baik adalah, cepat dan mudah menghapal namun tidak pernah lupa dengan apa yang dihapal. Ada orang-orang tertentu yang, masyaallah, diberikan kemudahan untuk mengingat dan sulit untuk melupakan hapalannya. Diantaranya adalah imam sulaiman atau yang dikenal dengan sebutan abu daud yang lahir pada 202 Hijriyah serta imam albukhari dan abu hurairah.

Selanjutnya , ustad Adi Hidayat merujuk pada kitab Attibiyat karangan imam annawawi dan memberikan rangkuman bagaimana agar seseorang dapat dengan mudah menghapal.

Meluruskan Niat

Umumnya dalam belajar seperti yang tercantum dalam psikologi pendidikan setiap orang memiliki dua jenis niat yaitu intriktiv dan ekstrinsik. Intriktiv adalah niat yang digunakan untuk dirinya sendiri. Sehingga menghapal hanya untuk ingin tau. Sedangkan ekstrinsik mengumpulkan ilmu dengan tujuan yang lain. Jika di misalkan dengan bahasa anak sekolah saat ini menuntut ilmu agar bisa mendapatkan kerja.

Dalam islam memadukan kedua hal tadi yaitu intriktiv dan ekstrinsik denga niat. Jika seseorang belajar dengan niat intriktiv (hanya untuk diri sendiri) maka “keterbatasan” dalam diri manusia akan membuat apa yang telah di pelajarinya akan mudah untuk dilupakan. Sedangkan jika niatnya adalah dunia maka saat apa yang dicita-citakan tercapai apa yang telah dipelajari akan juga mudah dilupakan. Dalam hal ini dunia yang telah dicapai juga merupakan batasan dari niat orang tersebut. Dengan demikian maka niatkan setiap apa yang telah kita pelajari kepada Allah yang tidak memiliki batasan apapun. Lakukan karena Allah.

Kesungguhan

Kesungguhan dalam menuntut ilmu atau belajar dapat dilakukan dengan dua hal yaitu beroda dan mencatat. Sebelum belajar setelah menetapkan niat hanya untuk Allah maka agar terjaga hapalan dan mudah kita memahami sebaiknya kita awali dengan berdoa. 
اَللَّهُمَّ فَقِّهُّ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
(Allahumma faqqihhu fiddin wa a'llimhuttakwil)

"Ya Allah, berilah kefahaman kepadanya dalam urusan agama dan ajarkannya Takwil (tafsir al-Quran)."
Selanjutnya dengan mencatat setiap materi yang ingin di hapal. Umar bin khotob menyampaikan agar kita mencatat saat belajar untuk mengikat ilmu yang kita dapat.


Tingkatkan amal sholeh
Ilmu adalah cahaya, Cahaya Allah hanya akan diturunkan kepada orang yang beramal soleh. Allah Subahanhu Wa Ta’ala berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang membaikkan amalnya”. [Al-Kahfi 30].

Dalam Surah tersebut di sebutkan bahwa orfang-orang yang beriman dan beramal sholeh tidak akan disia siakan pahala mereka oleh Allah. Dengan demikian setiap amal sholeh yang diniatkan untuk Allah tidak akan pernah Allah sia-siakan. Maka semakin banyak amal sholeh seseorang maka akan semakin banyak pahala dan Allah akan membalasnya dengan kebaikan.

Jauhi maksiat

Maksiat berpengaruh dalam proses menghapal sesuatu. Tidak hanya dalam proses menghapal, maksiat bahkan juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Bahkan Allah berjanji bagi orang-orang yang melakukan dosa dengan bermaksiat maka akan diberikan kehidupan yang sempit.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى 
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." [Thaha :124] 
Demikian tadi tips untuk menguatkan ingatan, semoga bermanfaat

Note: bahasa tidak persis sama dengan apa yang disampaikan oleh ustad Adi hidayat dalam ceramahnya. Dalam artikel ini bahasa saya sesuaikan dengan bahasa penulis serta pembaca dan ditambah materi pendukung dari sumber berbeda untuk memberikan kepadatan materi dalam artikel ini. Semoga bermanfaat


0 Response to "Tips Menguatkan Ingatan"

Post a Comment