Bahaya Syndrome Android

Zombie Facebook, Zombie Android, Zombie handphone, Zombie Modern
Sumber : Facebook
Kita yang sering berselancar di dunia internet (maya) masti pernah menemukan gambar yang mengisyaratkan orang-orang yang berdri layaknya zombie sambil memegang Handphone. Saya sendiri sudah sering sekali melihat gambar itu. Biasanya menjadi salah satu gambar bagaimana kondisi masyarakat dunia saat ini. Tentu tidak hanya gambar zombie tadi yang masuk dalam kumpulan gamabar tersebut. Ada gambar gambar lain yang menjadi ilustrasi kondisi masyarakat dunia sekarang.


Saya coba fokus pada gambar zombie handphone saja. Karena bagi saya ini sudah sangat lekat pada kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarkat saya. Saya akui bisa jadi saya salah satu orang yang terkena syndrome tersebut. Pada saat menuliskan tulisan ini dan beberapa tulisan lain, paket data saya sengaja tidak saya isi. Saya sengaja menunggu sampai tanggal 3 atau 4 desember 2017 nanti agar saya ada kesempatan berpuasa internet. Itu artinya saya merasa lebih produktiv tanpa handphone.

Dilingkungan saya, mungkin termasuk saya sudah sulit sekali untuk melepaskan pengaruh android dari orang orang terdekat. Bagi saya ternyata ini sudah sampai tingkat mengganggu kenyamanan saya pribadi. Bagaimana tidak, banyak diantara kita (saya juga) lebih sibukk dengan android nya daripada harus menatap lawan bisaca saat ngobrol. Beberapa orang yang dekat dengan saya justru menomer duakan panggilan azan daripada harus meninggalkan chating dengan kawan di WA, IG, Fb, line atau yang lainnya. Mungkin saya juga demikian tanpa saya sadari ,astagfirullah semoga Allah mengampuni saya.

Kita adalah orang yang merugi

Bagi kita yang muslim pasti sering di ingatkan, diingatkan dari ceramah ceramah, khootbah jumat, artikel, atau pada saat solat yang pada waktu waktu itu penceramah atau imam membacakan surat Al Asr. Surat ke 103 yang berjumlah 3 ayat ini benar benar menggambarkan bahwa kita lah orang orang yang disebut dalam ayat tersebut. Kita termasuk orang yang merugi.

Arti dalam surah tersebut “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”

Saya pernah menemui sebuah hadist yang inti dari hadis itu memperingatkan kita semua tentang awal bangun tidur kita. Intinya bagi siapa saja yang pada awal bangun tidur dan hal pertama yang di ingat adalah dunia, maka dia termasuk orang orang yang merugi. Nahh sekarang perhatikan, seberapa banyak dari kita yang pada saat bangun tidur langsung mencari handphone adroid untuk melihat isi pesan WA, update di FB, IG dan lainlainnya? Padahal belum sempat ingat Allah, belum sempat ucapkan syukur dan masih diberikan kesempatan bangun. Astagfirullah.

Sekitar 2014 atau 2015 lalu saya mendengar hadist ini, saat itu juga saya berupaya baru mencari handphone saya setelah selesai ibadah subuh. Berat? Iya awalnya. Saya akui, tapi setelah itu saya sadar seberapa tergantungnya saya dengan benda bernama handphone dengan sistem android atau sistem lain didalamnya.

Dampak bagi lingkungan

Saya akan coba paparkan dari apa yang saya lihat secara langsung. Saya akan fokus pada dampak buruknya. Karena tulisan ini saya buat untuk mengingatkan  saya pribadi yang masih sangat tergantung dengan handphone adroid saya.

Merasa sok pintar

Informasi yang didapat dari internet jumlahnya tidak sedikit. Dalam hitungan menit saja kita berinteraksi dengan internet, apa lagi di Handphone akan memerikan ribuan informasi. Baik atau buruknya tergantung pengguna. Namun di dalam dunia nyata saat tidak menggunakan android saya merasakan pembicaraan menjadi sangat kurang berbobot. Ini khusus dalam pembahasan pembahasan tertentu. Semisal politik, agama, sosial ekonomi bahkan pemerintahan.

Banyak yang merasa tau dengan informasi dan data terbaik. Dengan sumber yang saya sendiri masih mempertanyakan. Karena biasanya data dari hal tersebut di dapat dari hasil debat di forum forum media sosial pula. Tapi saat sudah di hadapkan pada data falid dengan sumber yang jelas, mulut tiba tiba tertutup rapat serapat rapatnya layaknya di kunci dengan resibu gembok baja.

Candu bagi anak

Kerabat saya ada yang anak nya tiba tiba ingin di kasih stiker. Keluarganya sontak kaget stiker apa yang bisa di taruh digigi. Setelah di telusuri ternyata dia ingin bisa meggunkan kawat gigi setelah menyaksisakn tayangan di chenel Yusup (baca: Youtube).

Anak lain, tingkahnya semakin menjadi jadi dengan goyangan dan nyanyian yang ayahnya sendiri tidak pernah tau sebelumnya. Jika tidak didengarkan anak mengamuk tidak karuan

Kasus lain, anak menjadi lambat perkembangan bahasanya. Karena terlalu banyak di hadapkan pada handphone saat masih balita, orang tuanya sangat sedih dan menyesal setelah mengetahui penyebabnya.

Hati hati pula dengan anak laki laki kita yang sudah diberikan handphone android dari kecil. Saat sudah mulai ada perubahan sikap pada kedua orang tuanya, sering menyendiri dikamar dan lama dikamar mandi dan enggan memberikan pasword hanphonenya pada orang lain. Waspada lah bisa saja yang disimpan anak kita adalah gambar gambar tidak senonoh yang didapat dari internet.

Kecanduan game, ini yang sering saya temui. Orang tua akan memrikan anaknya game saat anaknya mulai rewel. Akhirnya kecanduan game dan tidak bisa lepas dengan mudah dari handphone.

Masih banyak lagi kasus candu bagi anak di luar sana. Semoga anak anak kitaterhindar dari candu handphone dan dapat menggunakannya dengan cerdas dan dewasa.

Buku tak terbaca

Koleksi buku saya menjadi nomer kesekian untuk di baca saat ini. Saya sendiri mengakui generasi saya, mungkin tidak semua, mengandalkan Om Google untuk mencari infromasi. Semua lebih cepat sedangkan untuk mencari fi buku akan leboh lama dan butuh banyak waktu dan biaya.

Dampaknya, banyak orang saat ini lebih banyak mencari solusi dengan mengandalkan google dan menyebabkan daya telaah serta logika menurun drastis. Generasi kita menkadi generasi yang malas berpikir. Jika seperti ini generasi kita akan mudah sekali untuk di jajah secara intelektual dan kemungkinan besar juga dijajah secara moral.

Bagi saya saat ini gerakan puasa gadget adalah solusi yang tepat bagi masyarakat. Tanpa terkecuali buat saya. Justru saya lah yang harus memulai di lingkungan keluarga saya. Menahan diri saat bangun tidur untuk tidak langusng mencari handphone tapi mencari Allah Tuhan Semesta Alam. Yang hidup saya ada pada genggamannya. Bukan pada genggaman Hp saya.

Saya tidak pungkiri masih banyak manfaat yang dapat diberikan oleh hanphone dan sistem andorid didalamnya. Tapi bukan berarti saya dan teman teman semua tidak waspada dengan efek buruk yang ada, jika candu yang saya sampaikan tadi ternyata justru menjangkiti sebagian besar masyarakat disegala usia, sudah pasti masyarakat kita sama dengan zombie dunia maya. Seperti walking dead, zombie yang ada harus dimusnahkan.

0 Response to "Bahaya Syndrome Android"

Post a Comment