Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota 

Sudah hampir dua bulan saya berada di jakarta. Kebetulan lokasi kantor dan kos sama sama berada di daerah Bintaro. Selama hari kerja senin hingga jumat saya dan teman teman selalu merasakan fasilitas kantor dengan mobil jemputan setiap pagi dan sore, saat pergi dan pulang dari kantor. Jika hanya menikmati fasilitas kantor dengan mobil antar jemput dengan rutinitas seperti itu terus selama berulang ulang pasti akan panjang waktu untuk bosan. 

Maka diputuskan untuk menikmati ibu kota, yang kata orang banyak, ibu kota masih lebih kejam daripada ibu tiri. Ok, saya mencoba menikmati transportasi umumnya. Bagi saya menilai sebuah kota itu nyaman atau tidak dapat di lihat bagaimana fasilitas umumnya. Jika fasilitas umum suatu kota berjalan dengan rapi dan tertata baik pasti akan nyaman berada lama di kota tersebut. 

Nah kali ini saya mau mencoba naik KRL, karena di daerah tempat saya tinggal tidak ada KRL. Yah memang sedikit katro (kampungan) tapi ini salah satu cara mencicipi bagaimana rasanya menjadi bagian dari ibukota dengan rutinitas setiap harinya yang tidak pernah berhenti. 

Ok tujuan saya adalah pasar Tanah Abang. Saya mulai start dari jalan mawar ke stasiun terdekat yaitu stasiun pondok ranji. Dari kos saya naik ojek online saja, untuk ongkosnya standar Rp 7000,- tapi kalo lagi jam jam rame bisa sampe Rp 10.000. Masih cukup terjangkau lah. 

Selanjutnya saya sampai di stasiun pondok ranji, kalo di lihat lihat stasiunnya lumayan rame. Kalo kebetulan pas jam kerja bisa lebih rame lagi. Di Pondok ranji ini ada dua tempat untuk pembelian kartu jalan, atau saya sebut loket. Pertama loket manual yang di bantu sama petugas loket dengan menyebutkan tujuan perjalanan dan kedua adalah loket mesin, entar tinggal pencet pencet aja tuh di mesin loket nya, setelah itu bakal ada kartu yang keluar. 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Stasiun Pondok Ranji di Jakarta selatan
Foto diambil bukan di jam rame
 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Loket manual (kiri) dan loket mesin (kanan)
 

Terus kenapa saya bilang kartu jalan, karena untuk melakukan perjalanan menggunakan KRL ini kita harus pake kartu untuk menjadi pengganti karcis yang bisa di pake untuk pulang pergi nantinya. Harga perjalanannya sebenarnya tidak mahal cuman Rp 3.000-, doang. Tapi karena menggunakan kartu jadinya harus membayar Rp 13.000,- nanti 10.000 dari harga kartu ini akan menjadi jaminan untuk pengembalian kartu. 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Kartu KRL Communter 
 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Kartu KRL Communter
 

Ngomong ngomong soal KRL karena ini adalah angkutan umum jangan membayangkan akan mudah ya menjalani hidup di dalam Kereta. Hehe... Apalagi dengan tujuan yang padat penumpang. Seperti yang saya alami, perjalanan dari pondok ranji menuju stasiun tanah abang bagi pendatang seperti saya perlu sabar extra. Karena harus berdesak desakan plus capek berdiri. 

Apa lagi setelah turun di pasar tanah abang. Pokoknya tidak bisa di bayangkan deh... ini saya lampirkan gambar yang saya ambil saat berada di stasiun tanah abang... ini bisa menjadi foto terbaik selama saya berada di Jakarta yang menggambarkan bagaimana ramenya angkutan umum ibu kota 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Padatnya Stasiun di jam Aktif


Kabar baik dan nilai plusnya kalo dari penggunaan KRL ini sepadat padatnya di dalam KRL kita tidak akan merasakan lamanya berada di jalan raya. Dengan kata lain saya sama sekali tidak merasakan bosan didalam kereta karena harus menunggu atau jengkel karena macet. Inilah kerennya KRL dan angkutan umum sejenisnya. Waktu cepat tapi isi padat Haha 

Selesai dari jalan jalan di tanah abang, nambah lagi nilai plus buat transport di jakarta. Saat keluar dari pasar tanah abang blok B ternyata di depan gedung blok B sudah ada bus trans Jakarta yang siap mengantarkan penumpang hingga ke stasiun pasar tanah abang dengan biaya Cuma Cuma alias geratis. Jadi ini sangat membantu saya yang tidak punya kartu untuk naik trans Jakarta. 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
karcis Gratis Transjakarta 
hal yang berkesan dari jalan jalan selama di jakarta adalah saat harus jalan kaki dari roxy ke stasiun pondok duri. tapi memang itu tidak saya ceritakan, 

ok ini gambar tambahan dari saya yang membuktikan kalo saat terdesak sekalipun orang orang akan tetap bisa tersenyum 

Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota
Coba hitung berapa orang yang tersenyum dalam foto ini?


crew jalanjalan




0 Response to "Mencicipi Angkutan Umum Ibu Kota "

Post a Comment